Politeknik kota Madiun Akan Segera Dinegerikan
MADIUN Proses penegerian Politeknik Madiun kembali ada jalan terang. Hasil konsultasi pemkot yang diwakili Sekda Maidi ke Direktur Kelembagaan, Ditjen Dikti Kemendikbud, Achmad Jazidi, diperoleh informasi tim visitasi bulan depan datang ke Kota Madiun. Bulan Mei 2012 nanti visitasi ke Kota Madiun. Tim akan mengecek semua aset yang diserahkan, tegas Maidi via telepon dari Jakarta, kemarin (26/4). Tim itu akan mengecek aset seperti lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Winongo, Manguharjo untuk kompleks kampus baru poltek. Selain itu, dosen dan karyawan, mahasiswa, bangunan, berkas administrasi, perizinan serta peralatan yang dikelola Yayasan Perguruan Tinggi Pemkot Madiun (YPTM) yang ikut diserahkan ke Dikti. Pihak YPTM adalah yayasan yang selama ini mengelola poltek. Proses visitasi wajib dilakukan sebelum penegerian, tambah Maidi yang juga pembina YPTM. Pejabat asal Magetan itu menjelaskan, untuk keperluan penegerian, ada 17 syarat yang wajib dipenuhi pemkot dan YPTM. Semua syarat itu, lanjutnya, sudah dipenuhi dan hanya menunggu tim visitasi. Pemkot berani pasang badan soal kesiapan alokasi dana sharing dari APBD untuk proses pra penegerian. Kami berharap ada percepatan proses penegerian poltek. Maka, pemkot intens melakukan komunikasi dengan Kemendikbud, papar Maidi. Tim visitasi, lanjutnya, biasanya terjun ke lapangan sekitar enam bulan pasca persyaratan dipenuhi. Tapi, kata Maidi, pemkot meminta lebih cepat. Pemkot sudah memenuhi semua persyaratan sejak awal 2012. Dengan percepatan itu, dampak perubahan status politeknik segera dirasakan masyarakat. Pelajar lulusan sekolah di kota dan sekitarnya, dapat mengenyam perkuliahan di kampus negeri. Bukan hanya poltek, kami juga berharap tahun 2013 STIKA (Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api) sudah menerima mahasiswa baru, ujarnya.Dijelaskan, selain berkonsultasi ke Dirjen Dikti pihaknya melakukan pertemuan dengan Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Dua agenda ke Jakarta itu sama-sama mengusung misi percepatan. Ada dua agenda sekaligus yang kami bawa ke Jakarta, semoga ada hasil, ujarnya.Maidi membantah semua program percepatan itu ada agenda politik di belakangnya. Tidak ada itu (kepentingan, Red). Semua murni untuk warga dan menjadikan Kota Madiun pusat pendidikan di Jatim bagian barat, tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar