Kebiasaan makan yang buruk sering menggagalkan program diet penurunan
berat badan. Berikut, beberapa kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan
baik yang harus diterapkan.
Jangan makan tergesa-gesa
Tunggu 15 menit sebelum makan untuk melihat apakah keinginan makan
tersebut bersifat psikologis atau memang lapar. Makan camilan pada jam
tertentu misalnya, kadang hanya karena kebiasaan. Selain itu, tubuh kita
juga bisa mengacaukan rasa haus dengan lapar. Coba minum segelas air
putih dan perhatikan, apakah Anda masih merasa lapar.
Aturan ketat membuat diet gagal
Menerapkan atau mengikuti aturan diet secara ketat cenderung membuat
diet gagal. Lakukan pendekatan yang realistis. Jika Anda tahu, 80% yang
Anda makan memang jumlah yang seharusnya dimakan, maka yang 20% akan
mengikuti dengan sendirinya.
Berat badan tak boleh turun lebih dari 1 kg per minggu
Berbagai studi menunjukkan berat badan yang turun lebih dari 1 kg per
minggu secara terus menerus disebabkan kehilangan air, otot, dan
jaringan tubuh lainnya. Bukan lemak. Yang lebih buruk lagi, berat badan
yang cepat turun biasanya cepat kembali lagi. Jadi, lakukan pendekatan
yang mantap. Mungkin perlu waktu lebih lama tapi hasilnya akan lebih
baik.
Perbanyak makan protein
Makanan-makanan protein seperti daging, ikan, ayam, kacang-kacangan
(bean), kacang-kacangan (nut) dan polong-polongan, memerlukan energi
yang 18% lebih banyak untuk dimakan, dicernakan dan diserap dibandingkan
karbohidrat atau lemak. Selain itu, juga baik untuk memberi suhu tubuh,
bahwa Anda sudah kenyang sehingga mengurangi kecenderungan makan
berlebihan. Usahakan makan protein kurus dan jangan berlebihan.
Berhenti makan 3 kali sehari
Makan lebih sering dalam porsi lebih kecil menjaga kadar gula tetap
stabil dan mengurangi kemungkinan berlebihan. Usahakan makan camilan
rendah lemak setiap 3-4 jam. Hindari makan makanan berlemak di
pertengahan siang, di saat energi cenderung turun.
Berhenti menimbang badan
Jangan mengandalkan timbangan di rumah untuk mengetahui penurunan
berat badan karena sering menyesatkan. Kemungkinan angkanya menunjukkan
kenaikan, kendati Anda sudah berusaha diet. Kenaikan itu bisa bersifat
sementara karena timbunan cairan menjelang haid atau meningkatnya
jaringan otot kurus. Untuk memonitor perkembangan Anda, gunakan meteran
untuk mengukur lingkar pinggang, lingkar paha, lengan, dan kaki Anda.
Atau perhatikan ukuran baju Anda. Apakah terasa makin longgar atau lebih
sesak.
Mulai makan apa saja
Menhindari makanan tertentu membuat kita justru makin ingin
memakannya. Makan semua makanan, tapi dalam jumlah sedang atau
secukupnya.
Hentikan konsumsi kalori yang terlalu rendah
Melaparkan diri bukan hanya membuat diet jadi gagal, tapi juga bisa
membuat berat badan hanya turun sedikit. Riset menunjukkan makan kurang
dari 1.200 kalori sehari justru meningkatkan kemampuan tubuh menyimpan
lemak, menurunkan kemampuan tubuh membakar lemak dan menurunkan tingkat
metabolisme.
Buat catatan harian makanan
Riset menunjukkan, kita menganggap kurang makanan yang dimakan sampai
50% dan banyak di antara kita yang menggunakan makanan untuk mengatasi
rasa bosan, kesepian, atau stres. Tegaskan kelemahan ini dengan membuat
catatan harian makanan. Hindari ngemil pada saat seperti ini dengan
menelpon teman atau jalan-jalan di sekitar rumah/tempat kerja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar